Pekanbaru, 16 Oktober 2025 - Jurusan Teknologi Pertanian Universitas Riau menyelenggarakan kuliah umum bertajuk “Pengembangan Kualitas Produk Agroindustri: Produk Segar (Bahan Baku) dan Produk Olahan Hortikultura dalam Industri 5.0”. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Mohammad Affan Fajar Falah, Ph.D, yang merupakan Sekretaris Departemen sekaligus Kepala Laboratorium Analisis Mutu dan Standardisasi Departemen Teknologi Industri Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM).
Acara dilaksanakan di Gedung Integrated Class Universitas Riau, dihadiri oleh dosen dan mahasiswa dari Program Studi Teknologi Industri Pertanian serta Teknologi Hasil Pertanian. Kegiatan dibuka dengan kata sambutan dan pembukaan oleh Ketua Jurusan Teknologi Pertanian, Dr. Vonny Setiares Johan, S.TP., M.T., yang menekankan pentingnya kegiatan akademik seperti ini sebagai sarana memperluas wawasan mahasiswa tentang perkembangan teknologi dan inovasi di bidang agroindustri.
Dalam kuliah umumnya, Dr. Affan Falah memaparkan bagaimana perkembangan Society 5.0 menjadi landasan transformasi industri pertanian menuju sistem yang berorientasi pada manusia (human-centered society). Ia menjelaskan bahwa Society 5.0 mengintegrasikan dunia fisik dan dunia siber untuk mencapai keseimbangan antara kemajuan ekonomi dan penyelesaian masalah sosial, termasuk dalam sektor pertanian dan agroindustri.
Lebih lanjut, narasumber menjelaskan bahwa pengembangan kualitas bahan baku agroindustri hortikultura menghadapi berbagai tantangan, terutama di wilayah tropis seperti Indonesia. Kendala seperti ketidakteraturan kualitas hasil panen, umur simpan yang pendek, dan fluktuasi harga menjadi hambatan utama dalam menjamin kuantitas, kualitas, dan kontinuitas bahan baku industri.
Sebagai solusi, ia memperkenalkan penerapan Controlled Environment Agriculture (CEA) seperti greenhouse dan plant factory yang dapat mengoptimalkan produksi hortikultura melalui pengendalian faktor lingkungan. Salah satu konsep yang tengah dikembangkan adalah Tropical Plant Factory, yang memungkinkan produksi tanaman berkualitas tinggi di daerah beriklim tropis dengan efisiensi energi dan sumber daya.
Selain itu, Mohammad Affan Fajar Falah, Ph.D juga menyoroti pentingnya teknologi pascapanen seperti penyimpanan dingin, pelapisan (coating), penambahan bahan pengawet alami, serta sistem Modified Atmosphere Packaging (MAP) untuk menjaga mutu bahan agroindustri. Ia menambahkan bahwa pemanfaatan teknologi sensor, pemantauan mutu berbasis data, dan otomasi merupakan kunci dalam era industri 4.0 menuju society 5.0, terutama untuk pengawasan kualitas produk segar maupun olahan hortikultura.
Melalui berbagai hasil riset yang telah dilakukan di UGM, termasuk pengembangan Smart Agri Plant Factory dan teknologi monitoring kualitas produk hortikultura, Mohammad Affan Fajar Falah, Ph.D menegaskan bahwa inovasi ini akan mendukung terciptanya pertanian modern yang berkelanjutan dan berdaya saing global.
Kegiatan kuliah umum ini diakhiri dengan sesi diskusi interaktif. Para mahasiswa tampak antusias mengajukan pertanyaan seputar penerapan teknologi cerdas dalam pengolahan dan pengawasan mutu produk pertanian. Harapannya, kegiatan ini dapat menginspirasi mahasiswa untuk terus berinovasi dan berperan aktif dalam membangun industri pertanian yang unggul di era digital. (E.CHAN)


