Please ensure Javascript is enabled for purposes of website accessibility
Berita

Bersama Desa Binuang, Dosen Jurusan Teknologi Pertanian UNRI Melaksanakan Abdimas Mengolah Limbah Menjadi Pupuk Organik

Juli 28, 2022
Jurusan Teknologi Pertanian
0 tayangan
Bersama Desa Binuang, Dosen Jurusan Teknologi Pertanian UNRI Melaksanakan  Abdimas  Mengolah Limbah Menjadi Pupuk Organik

Pekanbaru, 26 Juli 2022 - Jurusan Teknologi Pertanian Universitas Riau (UNRI) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang terintegrasi dengan Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Binuang Kampar yang diketuai oleh Yanti Nopiani, S.TP., M.Sc. 

Desa Binuang mulai terbentuk pada tahun 2008 memiliki empat dusun, yaitu. Dusun Matoluok, Dusun Bukit Permai, Dusun Sungkinang dan Dusun Subanglan. Profesi masyarakat Desa Binuang pada umumnya adalah petani. Dominasi pekerjaan bidang pertanian khususnya tanaman padi (Oryza sativa) di Desa Binuang memiliki pengaruh besar terhadap ketersediaan bahan pokok di Kabupaten Kampar dan kawasan di sekitarnya. Secara kelembagaan Desa Binuang memiliki lembaga formal dan Informal, sehingga kelembagaan tersebut bisa menjadi modal yang kuat untuk mengembangkan kegiatan-kegiatan strategis seperti sosialisasi atau penyuluhan pembuat kompos cair, yang nantinya dapat berguna bagi semua masyarakat yang berada di Desa Binuang.

Desa Binuang merupakan salah satu dari desa di Kabupaten Kampar yang belum secara maksimal memanfaatkan limbah rumah tangga sebagai alternatif pupuk bagi produktivitas lahan pertanian. Terbentuknya Kelompok Tani Desa belum memberikan manfaat signifikan bagi keseluruhan masyarakat tani dalam upaya menyebarluaskan informasi pengelolaan lahan pertanian. Hal ini diakibatkan karena kurangnya penyuluhan dan pelatihan yang dilakukan sehingga masyarakat seringkali melakukan kegiatan pengelolaan lahan pertanian secara mandiri. 

Kegiatan PKM ini terdiri dari penyuluhan pembuatan Vermikompos ramah lingkungan yang diketuai oleh Yanti Nopiani, S.TP., M.Sc yang beranggotakan Nursiani Lubis, S.P., M.Agr, Muhammad Haidar Daulay, S.Hut., M.Sc, Rahmadini Payla Juarsa, S.TP., MSi, Sispa Pebrian, S.P., M.Si, Arya Arismaya Metananda S.Hut., MSi dan penyuluhan pembuatan pupuk kompos cair ramah lingkungan diketuai oleh Pebriandi SHut MSi yang beranggotakan Nur Suhada, S.Hut,. MSi, Mhd. Andry Kurniawan, S.T., MSc, Niskan Walid Masruri, S.Hut., M.Sc, Meki Herlon SP MSi, Nur Hasnah AR STP MSi, Imelda Yunita S.TP., MP.

Selain dihadiri oleh kepala Desa, kelompok Tani dan tim Dosen PKM dari Jurusan Teknologi Pertanian, kegiatan PKM ini juga melibatkan mahasiswa sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) terintegrasi dari berbagai Jurusan dan Fakultas di Universitas Riau yang di bimbing oleh Angga Pramana, S.P, M.Sc. kegiatan PKM ini melibatkan Dosen-Dosen lintas jurusan yang berada di Lingkungan pertanian UNRI.

Adapun materi yang disampaikan terkait pupuk kompos cair ramah lingkungan adalah manfaat dan aplikasi pupuk cair ke tanaman. Adapun bahan yang digunakan pada penyuluhan pembuatan pupuk cair organik adalah dari limbah sayur/buah, ggula, air kelapa dan air cucian beras.

“bahan-bahan yang diperlukan untuk pembuatan kompos cair ini tentu sangat mudah diperoleh karena memang berasal dari limbah rumah tangga kita sehari-hari” pungkas pemateri

Pada penyuluhan pembuatan vermikompos, pemateri menyampaikan cara pengomposan campuran limbah organik dengan memanfaatkan cacing tanah untuk menguraikan bahan organik yang membutuhkan waktu yang lebih cepat dibandingkan proses pengomposan biasa "Cacing tanah berperan penting sebagai bioamelioran yaitu hewan penyubur dan penyehat tanah, sehingga dapat menjaga ekosistem yang seimbang. Cacing tanah dapat mempunyai kemampuan mendekomposisi (composting) limbah organik, pelapukan mineral, menjaga struktur dan aerasi, sehingga mampu meningkatkan produktivitas tanah atau kesuburan tanah," dalam paparan pemateri sesi ke-2.

Kegiatan PKM ini dihadiri oleh  Kepala Desa Binuang H. Nazaruddin, "Alhamdulillah acara berjalan dengan lancar. Harapannya kami bisa mempraktekkan pembuatan pupuk cair dan vermikompos dan adanya bimbingan lanjutan dari tim dosen dan adik-adik KKN" harapnya pada akhir sesi diskusi kegiatan penyuluhan. (E.NH)