Pekanbaru, 17 Agustus 2022 - Jurusan Teknologi Pertanian Universitas Riau (UNRI) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang terintegrasi dengan Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kantor Koperasi Sentra Pandai Besi, Dusun 3 Pasubilah Barat, Desa Teratak, Kecamatan Rumbio Jaya, Kabupaten Kampar. Kegiatan Pengabdian ini diketuai oleh Rahmayuni, S.P., M.Sc.
Desa Teratak merupakan desa tertua di wilayah kecamatan Rumbio Jaya. Kecamatan Rumbio Jaya terdiri dari tiga desa yaitu Desa Pulau Payung, Desa Alam Panjang dan Desa Teratak. Desa Teratak memiliki luas wilayah 1.865 Ha dimana 65% berupa daratan yang bertopografi berbukit dan 35% daratan dimanfaatkan sebagai lahan pertanian untuk sawah tadah hujan.
Kecamatan rumbio Jaya memiliki salah satu daerah yang menjadi pusat kerajinan besi yaitu di Desa Teratak. Produk akhir hasil dari kerajinan besi ini berupa alat pertanian, diantaranya dodos, enggrek, tojok dan pisau sadap. Sebagai salah satu sentra penghasil kerajinan besi, aspek keselamatan dan kesehatan kerja pengrajin menjadi faktor penting dalam proses kerja pengrajin. Hal ini yang mendasari kegiatan Sosialisasi terkait K3 bagi pengrajin besi perlu dilaksanakan.
Pemaparan pada Kegiatan Pengabdian pada Masyarakat (PKM) terkait Keselamatan dan Kesehatan Kerja untuk Pengrajin Besi disampaikan oleh Mhd. Andry Kurniawan, S.T., M.Sc yang merupakan Dosen Jurusan Teknologi Pertanian UNRI.
Kegiatan PKM ini dihadiri oleh Kepala Desa Teratak, Etak Murlizar, S.Sos., M.Ikom dan M. Abdi, S.E selaku Kepala Dusun 3 Pasubilah Barat. "Alhamdulillah acara berjalan dengan lancar. Harapannya seluruh materi yang diberikan oleh pemateri dapat bermanfaat terkait betapa pentingnya keselamatan di dalam bekerja terutama pekerja pandai besi," harapnya.
Lebih jauh ketua pelaksana Kegiatan PKM Rahmayuni, S.P., M.Sc. menyampaikan harapannya dari sosialisasi K3 ini dapat memberikan gambaran betapa pentingnya penerapan K3 pada proses kerja di Sentra Pandai Besi Rumbio Jaya. Selanjutnya para pengrajin dapat menerapkan K3 dalam lingkungan kerjanya.
Adapun materi terkait K3 yang disampaikan adalah Jenis K3: Safety (keselamatan bekerja), Hazard (kondisi yang bisa mengakibatkan terjadinya kecelakaan), Risk (risiko atau dampak yang ditimbulkan), dan Accident (cedera yang didapatkan).
Dalam kesempatan yang sama Mhd. Andry Kurniawan, S.T., M.Sc, selaku pemateri pada kegiatan ini mengungkapkan bahwa dalam K3 tujuan dari keamanan saat bekerja (safety) adalah meminimalisir kemungkinan terjadinya kecelakaan atau cedera dalam bekerja. Beberapa penyebab terjadinya kecelakaan dalam bekerja diantaranya, kondisi tidak aman (29%), perilaku tidak aman (70%), dan faktor lain (1%). “Semoga pengrajin Sentra Pandai Besi Rumbio Jaya terhindar dari kecelakaan kerja yang tentu akan berdampak ke produktivitas kerja dengan langkah : paham akan pekerjaan yang dijalani, cermati bahaya dan risiko yang akan ditimbulkan, nilai risiko yang terjadi, mengambil langkah pencegahan, berdo’a sebelum bekerja, dan lakukan kerja dengan selamat.
Antusias pengrajin besi pada kegiatan PKM ini terlihat dari sesi diskusi yang dibuka saat kegiatan sosialisasi berlangsung. Selain dihadiri oleh kepala Dusun, tim pengrajin dan tim Dosen PKM dari Jurusan Teknologi Pertanian, kegiatan PKM ini juga melibatkan mahasiswa sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) terintegrasi dari berbagai Jurusan dan Fakultas di Universitas Riau yang di bimbing oleh Angga Pramana, S.P, M.Sc dan Harsanto Mursyid, S.Hut., M.Agr.Sc. (E.NH)

