Please ensure Javascript is enabled for purposes of website accessibility
Berita

Focus Group Discussion Rekonstruksi Kurikulum Berbasis OBE Sesuai Permendikbudristek No. 53 Tahun 2023 Menuju Akreditasi Internasional

Oktober 02, 2024
Jurusan Teknologi Pertanian
0 tayangan
Focus Group Discussion Rekonstruksi Kurikulum Berbasis OBE Sesuai Permendikbudristek No. 53 Tahun 2023 Menuju Akreditasi Internasional

Pekanbaru, 2 November 2024 – Fakultas Pertanian Universitas Riau menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang bertujuan untuk membahas rekonstruksi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) sesuai dengan Permendikbudristek No. 53 Tahun 2023. Kegiatan ini dilaksanakan pada 2 November 2024 di Hotel The Zuri secara hybrid, dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan termasuk mahasiswa, alumni, stakeholder, dan pengguna alumni.

Kegiatan dibuka oleh Dekan Fakultas Pertanian, Dr. Besri Nasrul, SP., M.Si., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya pengembangan kurikulum yang relevan dan adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan industri. “Kurikulum yang kita susun harus mampu mencetak lulusan yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga siap bersaing di tingkat internasional. Oleh karena itu, keterlibatan semua pihak dalam diskusi ini sangatlah penting,” ujarnya.

Dalam diskusi ini, dua narasumber utama yang diundang adalah Dr. Efri Mardawati dan Ahmad Ni’matullah Al-Baarri, SPt., MP., PhD. Dr. Efri Mardawati, yang merupakan pakar dalam bidang pendidikan dan pengembangan kurikulum, memaparkan prinsip-prinsip dasar OBE yang menekankan pada hasil pembelajaran yang diharapkan dari mahasiswa. “Kurikulum harus dirancang dengan fokus pada kompetensi yang harus dicapai oleh mahasiswa setelah menyelesaikan program studi. Hal ini sangat penting untuk menjamin bahwa lulusan memiliki keterampilan yang relevan dan aplikatif,” jelasnya.

Sementara itu, Ahmad Ni’matullah Al-Baarri, yang juga memiliki pengalaman dalam akreditasi internasional, menambahkan bahwa penerapan OBE tidak hanya sekadar mengikuti regulasi, tetapi juga harus disesuaikan dengan kebutuhan pasar global. “Akreditasi internasional bukan hanya sebuah label, tetapi merupakan cerminan kualitas pendidikan kita. Kita harus memastikan bahwa kurikulum yang kita tawarkan dapat bersaing dan memenuhi standar internasional,” tegasnya.

Dalam sesi diskusi yang interaktif, peserta FGD diberikan kesempatan untuk bertanya dan memberikan masukan terkait proses rekonstruksi kurikulum. Banyak peserta yang menunjukkan antusiasme tinggi, dengan menyampaikan pendapat dan harapan mereka terkait kurikulum baru yang akan diterapkan. Mahasiswa dan alumni menyampaikan bahwa mereka ingin kurikulum yang lebih berorientasi pada praktik lapangan dan keterampilan yang langsung dapat diterapkan di dunia kerja.

Dr. Besri Nasrul menambahkan, “Partisipasi aktif dari mahasiswa dan alumni sangat penting dalam proses ini. Kita perlu mendengar suara mereka untuk memastikan bahwa kurikulum yang kita susun benar-benar memenuhi kebutuhan dan ekspektasi mereka.”

Kegiatan ini juga mengundang berbagai stakeholder dari industri yang berkaitan dengan sektor pertanian. Beberapa perwakilan industri memberikan pandangannya mengenai keterampilan yang dibutuhkan di lapangan dan bagaimana kurikulum dapat disesuaikan untuk memenuhi tuntutan tersebut. Hal ini menunjukkan kolaborasi yang baik antara dunia pendidikan dan dunia usaha.

Di akhir kegiatan, Dr. Besri Nasrul menekankan komitmen Fakultas Pertanian Universitas Riau untuk terus melakukan evaluasi dan pembaruan kurikulum secara berkala. “Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa kurikulum yang kami terapkan selalu relevan dan dapat memenuhi kebutuhan zaman. Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat membangun sinergi yang kuat antara semua pemangku kepentingan dalam rangka menciptakan lulusan yang berkualitas dan siap bersaing di tingkat internasional.”

Dengan terlaksananya FGD ini, diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi yang konkret dan implementatif untuk pengembangan kurikulum berbasis OBE di Fakultas Pertanian Universitas Riau, yang pada gilirannya akan mendukung pencapaian akreditasi internasional dan meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia. (E. MAK)